Pendekatan Kebersamaan Untuk Menyukseskan Program Produksi Pala di Kabupaten Kaimana
Untuk mempersiapkan benih pala yang baik maka penting dilakukan pengawasan mutu benih yang berkualitas dan memiliki produktivitas yang tinggi. Berkaitan dengan itu, Jumat, 6 Maret 2026 dilakukan evaluasi kebun sumber benih pala di Kabupaten Kaimana. Tim terdiri dari Jondri, SST (BBPPTP Ambon), Dr. Benediktus Heri Wijayanto, S.P., M.Si (Kepala Bidang Perkebunan Dinas TPH Bun Provinsi Papua Barat), dan Sostenes Konyep, SP (BRMP Papua Barat).
Evaluasi kelayakan dilakukan di kebun petani dan kebun benih pada penangkar benih. Sebagaimana diketahui, target bantuan pemerintah untuk komoditas tanaman pala seluas 500 ha dengan kebutuhan benih sekitar 73.000 batang. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa secara keseluruhan petani dan penangkar siap dalam memproduksi benih pala.
Berdasarkan informasi dari salah seorang penangkar benih, Bapak Alfred, dan dari hasil pemantauan di lapangan, diketahui benih pala yang ada di persemaian yang berumur 3 bulan ada sekitar 20.000 batang. Sementara itu, benih yang baru dikecambahkan sementara ini sedang disiapkan. Penangkar menyatakan kesiapan dalam memproduksi benih sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Saat ini, BPT-PIT (Blok Penghasil Tinggi–Pohon Induk Terpilih) yang ada di Kabupaten Kaimana telah dipelihara secara intensif sebagai sumber benih unggul pala. Pada pohon-pohon induk tersebut dilakukan perlakuan intensif, mulai dari pemupukan, pengendalian hama dan penyakit terpadu, hingga monitoring produktivitas secara berkala oleh tim teknis dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, bidang Perkebunan bersama petani.
Sementara itu, persiapan CPCL (calon petani calon lahan) masih terus dilakukan secara intens oleh dinas untuk melengkapi berkas yang dibutuhkan. Penyuluh pertanian dalam kegiatan ini adalah garda terdepan dalam pengawalan peningkatan produksi, produktivitas dan pengawalan kesiapan data calon petani calon lahan.
Secara umum, evaluasi di lapangan terhadap Pohon Induk Terpilih/ PIT pada Blok Penghasil Tinggi dalam penyediaan benih untuk memenuhi target bantuan pemerintah pada Kabupaten Kaimana sudah memenuhi persyaratan. Namun diketemukan bahwa masih ada beberapa pohon induk yang perlu pemasangan label. Adapun untuk kesiapan penangkar benih dalam memproduksi benih pala melalui biji ataupun yang ada sekarang di persemaian, sedang dalam tahap pekerjaan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan kegiatan sudah cukup baik dan memenuhi syarat. (Sostenes)